Pintar Itu Apa Sih?

Menurut kamus Bahasa Indonesia arti kata “pintar” adalah:

pin.tar
[a] (1) pandai; cakap: ia termasuk anak yg — di kelasnya; (2) cerdik; banyak akal: rupanya pencuri itu lebih — dp polisi; (3) mahir (melakukan atau mengerjakan sesuatu): mereka sudah — membuat baju sendiri

Tapi kenapa kebanyakan orang khususnya orang tua yang punya anak-anak yang sedang dalam masa sekolah lebih suka mengatakan “Pintar” untuk anak-anak yang mendapatkan peringkat terbaik (secara akademis) di kelasnya ya?

Dan masih banyak orang tua yang mengkotak-kotakan anak-anaknya dengan sebutan pintar atau bodoh…gak pintar berhitung dibilang bodoh..peringkat terakhir di sekolahnya dibilang bodoh..

Kalo menurut aku sih..gak ada manusia yang terlahir “bodoh”..manusia sendiri adalah makhluk ciptaan Tuhan yang paling sempurna dibanding makhluk lainnya..punya kemampuan yang lebih dibanding makhluk lainya..dan setiap orang punya ciri khas masing-masing yang kalo dikembangkan dengan baik seseorang tersebut akan pintar pada bidangnya masing-masing..

Jujur aja..pasti semua orang tua pengen anak-anaknya pintar di sekolah..tapi kalo menurut aku lebih baik kita sebagai orang tua lebih mengembangkan kemampuan positif lainnya dari anak dibandingkan memaksanya untuk menjadi no. 1 di sekolahnya dengan segala cara dihalalkan..

Persoalan masalah akademis ini yang sampai sekarang masih jadi perdebatan antara aku dan papanya Arya..

Papa, pengen Arya selalu menjadi no. 1 di sekolahnya mengikuti jejaknya..
Aku, pengen Arya menjadi yang terbaik di bidangnya yang sesuai dengan bakat Arya dan, jadi gak terlalu pusing soal nilai akademis..bukan berarti dia boleh ga belajar..belajar itu perlu karena sampai kapanpun belajar itu gak akan pernah berhenti..

Aku sendiri dulu termasuk yang “lumayan” (ga mau bilang pintar soalnya ada yang lebih pintar) di sekolah.. :D

Cuma 1 yang paling nyesel..kenapa dulu waktu SMU ga ada jurusan bahasa ya? Jadi akhirnya nyasar di kelas IPA karena nilainya lebih bagus dibanding IPA.. #curcol..hehehee

Pasti tau dong cerita soal Thomas Alva Edison atau Albert Einstein yang dulunya ternyata bukan anak yang berprestasi di sekolahnya..tapi ternyata mereka punya bakat lain yang membuat mereka menjadi terkenal karena penemuan-penemuan mereka..

Intinya sih..menurut pendapatku daripada memaksa anak untuk belajar sesuai kehendak kita orang tuanya, mending cari bakat pada anak dan kembangin deh bakat anak tersebut..belajar itu bisa dimana aja kok..

Aku sih lebih seneng liat anak belajar dengan sukarela daripada harus dengan paksaan yang akhirnya malah membuat anak jadi tersiksa, gak semangat, yang ujung-ujungnya bisa stress..tapi disiplin tetap harus dijalankan..

Harus ada komunikasi dan kerja sama yang baik antara anak dan orang tua..jangan sampai orang tua memaksa keinginannya terhadap anaknya atau sebaliknya anak malah gak punya bakat sama sekali..apa pun itu..setiap anak terlahir unik dengan bakatnya masing-masing..jadi tugas orang tua untuk mencari bakat yang tersembunyi dan mengarahkannya.. :)

“Jenius adalah satu persen inspirasi, sembilan puluh sembilan persen perspirasi.”
– Thomas Alva Edison, Harper’s Monthly (September 1932)

Share

8 thoughts on “Pintar Itu Apa Sih?

  1. Clever dengan smart juga berbeda kan jeng.
    memang harus diakui bahwa masih banyak orangtua yang terlalu banyak menuntut kepada anak-anaknya agar menjadi ini-itu serta tak segan-segan membanding-bandingkan anaknya dengan anak orang lain.

    Mereka juga tak puas jika anak-anaknya mendapat nilai cukup atau rankingnya tidak masuk the Top Ten. Akibatnya anak-anaknya juga bisa stress atau acuh tak acuh.

    Kita harus bijak.

    Salam hangat dari Surabaya

  2. kl sy juga lebih suka jgn hanya menuntut anak pintar secara akademis.. Cari terus bakat dia.. Banyak juga org sukses yg waktu sekolah, nilai akademis biasa2 aja tp dia sukses karena ketemu sm bakatnya.. Dan biasanya org yg bisa hidup krn bakatnya hidupnya sih katanya lebih bahagia.. :)

  3. Hai Mak..
    Salam kenal kembali ya..

    Waahh ..memang masih perdebatan antara orang tua tentang anak harus jadi ini itu.
    TApi hidup di jaman sekarang anak lebih pintar dari Ortunya, kalo aku sih lebih mengarahkan saja maunya anak kemana, tanpa pemaksaan.
    Dan sangat setuju sekali bahwa tidak anak terlahir bodoh, tinggal kita saja sebagai orang tua memolesnya dan mendidiknya supaya menjadi anak yang pintar baik itu secara akademis dan pintar bergaul dengan sesama.

  4. Seorang kiyai pernah mengatakan: Sesungguhnya manusia itu bodoh dan merusak! makanya diperlukan petunjuk (kitab dan nabi-nabi) agar mereka bisa bangkit dari kegelapan.
    Sampai kini belom ada alat ukur valid untuk mengukur kepintaran sesorang. Itu bagi mereka yang percaya Tuhan Maha Adil/Bijaksana. Seseorang “bodoh” dalam bidang tertentu mugkin unggul di bidang lain. Demikianpun, seseorang yang pintar dalam bidang tertentu belom tentu pintar untuk bidang lain.
    Serius amat komennya ya Buk… Padahal tulisan di atas sangat nyantai, haha.
    Salam sukses, terus berkarya!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>