{Prompt #5} Dilema

Roni menghempaskan lembaran itu ke lantai. Marni terdiam melihat Roni yang tampak gelisah.

 “Tidak, jangan sekarang. Kasihan Ririn jika dia tahu tentang ini semua.” Ucap Roni pada dirinya sendiri.

“Aku pulang dulu. Akan kupikirkan apa yang akan aku lakukan selanjutnya.” Roni sambil berjalan menuju ke pintu depan dan pulang ke rumahnya.

Di dalam mobil, pikiran Roni tambah galau. Ririn. Gadis cinta pertamanya yang akan dinikahinya seminggu lagi. Marni. Gadis yang mampu memberinya kepuasan akan bayangan erotisnya.

Continue reading

Share

{Prompt Challenge #2} Tentang Tas

“Sri”, seru Diah.
“Akhirnya gw dapet arisan juga..”, balas Sri.
“Lunch dimana nih kita?”, timpal Sinta.
“Gw bawain aja makanan besok ya..lagi butuh duit nih..” kata Sri sambil tersenyum simpul.

Besok siangnya Sri memberikan pizza untuk teman-teman sekantornya kemudian dia segera pergi ke bank yang ada di mall dekat kantornya.

Tiba-tiba matanya terpaku pada sebuah tas yang dipajang di sebuah toko. Didekatinya tas itu.

Sri menimang-nimang tas branded itu. Bentuknya cantik sekali. Terbuat dari kulit sintetis yang diemboss berwarna putih dengan aksen kulit sintetis bertekstur kulit ular. Berkali-kali dia menimang lalu menaruhnya kembali, lalu kembali mengambil dan menimangnya lagi. Pikirannya kacau.

Continue reading

Share

{Prompt Challenge #1} G-String Merah

Siang itu rasanya Dion ingin main ke rumah kost sahabatnya. Yah setidaknya Dion menganggapnya sebagai sahabat, karena sejak awal kuliah hanya dia yang mau berteman dengan Dion.

Pikirannya sedang bimbang karena orang tuanya berniat mengirim Dion untuk kuliah di luar negeri. Tahun lalu ketika lulus SMU Dion menolak dengan alasan belum siap untuk tinggal jauh dari orang tua. Tapi bulan depan Dion harus segera berangkat karena orang tuanya sudah mempersiapkan semuanya.

Ayahnya ingin Dion kuliah bisnis agar bisa melanjutkan bisnis orang tuanya, dan menurut ayahnya sekolah di luar negeri adalah pilihan terbaik.

Dion ingin bercerita kepada sahabatnya dan mengungkapkan perasaannya selama ini sebelum Dion pergi.

Diambilnya iphone di atas meja, Dion pun mengirim pesan whatsapp ke sahabatnya,

Continue reading

Share

{FlashFiction} Pemeran Cinta

Di dalam kamar Tarisa merenung, memikirkan kejadian beberapa hari lalu yang membuatnya marah. Suaminya, Andy, yang telah menikahinya 5 tahun yang lalu dan telah dikaruniai seorang putri, tega mengkhianatinya.

Tarisa tidak sengaja memergoki Andy menggandeng tangan seorang wanita ketika akan masuk ke sebuah restoran, saat Tarisa melewati restorantersebut.

Bagai mendengar petir di siang hari, Tarisa tak kuasa untuk melihatnya lagi. Dengan cepat dia melajukan mobilnya agar segera sampai di rumah. Tarisa mencerna apa yang baru saja dilihatnya. Merenungi apa salahnya sehingga suaminya berselingkuh. Pantas saja akhir-akhir ini Andy sering pulang lebih malam dari biasanya.

Tak ada air mata yang keluar. Tarisa berusaha tegar demi Audrey, putri semata wayangnya.

Continue reading

Share